Website Kinerja Guru Indonesia

‘Dongeng’ sebagai Media Pendididikan Menanamkan Benih-benih Kepemimpinan Pada Usia Dini

Miris sekali melihat tayangan prilaku ‘oknum’ pemimpin-pemimpin kita yang ditayangkan melalui media televisi, media cetak, maupun media sosial dengan 1001 kasusnya. Rasa malu sudah tidak ada lagi. Apakah bangsa kita sudah sebobrok itu? inikah negeri yang sudah diperjuangkan dengan tumpahan darah dan korban nyawa para pahlawan pendahulu kita?
Ada pendapat yang mengatakan, bahwa kepemimpinan adalah suatu sifat yang ada atau tidak ada pada diri seseorang sejak ia dilahirkan. Benar atau salah? Kalau benar, apa gunanya menanamkan bibit kepemimpinan pada usia dini? Anak yang dilahirkan tanpa bakat kepemimpinan toh tidak akan pernah bisa menjadi pemimpin! Tetapi kalau pendapat ini salah, lalu pendapat yang bagaimana yang bisa kita anggap benar?

Menanamkan Benih-benih Kepemimpinan Pada Usia Dini

Meski tidak sepenuhnya benar, mendidik anak itu mirip menyemai benih pohon. Banyak anak-anak yang memiliki bakat hebat, tetapi karena kondisi sekolahnya tidak mendukung, maka anak tersebut tidak tumbuh secara optimal, bakatnya terpendam bahkan mati. Sebaliknya, anak yang kepintaran dan bakatnya sedang-sedang saja, tetapi karena lingkungan sekolahnya bagus, maka anak tersebut akan tumbuh sebagai anak yang mandiri dan sukses, menjadi pemimpin-pemimpin kecil di lingkungannya.

Advertisement here. Contact Us, Please

Sebagai seorang pendidik dan orang tua, benih-benih kepemimpinan perlu kita tanamkan pada usia dini karena anak didik kita yang akan meneruskan menjalankan kehidupan di masyarakat. Masyarakat adalah cerminan bagaimana kita mendidik anak-anak kita. Lalu, bagaimana caranya menanamkan benih-benih kepemimpinan ini pada usia dini.

Pada usia dini seperti PAUD/TK dan SD ‘ Dongeng’ merupakan media yang tepat untuk menaburkan benih-benih kepemimpinan ini. Karakter atau atau sifat tidak bisa ditanamkan melalui hapalan-hapalan ataupun dikte-dikte. Anak-anak yang baru mulai belajar membaca dapat kita bimbing melalui dongeng atau cerita. Melalui berbagai jenis dongeng kita dapat menggerakkan hati anak untuk menemukan tipe-tipe tokoh yang akan mereka jadikan pedoman dalam hidup mereka kemudian. Dongeng ini bisa diambil dari cerita-cerita sejarah, dari cerita-cerita agama, dari cerita-cerita mitologi, dan sebagainya. Yang penting ialah, bahwa dongeng tadi menggambarkan perjuangan yang dilakukan oleh suatu kaum, suatu masyarakat, atau suatu bangsa untuk mencapai suatu tujuan, dan bahwa mereka berhaasil dalam perjuangan tadi berkat kepemimpinan dari suatu tokoh. Sebagai contoh, Dongeng tentang Nabi Musa banyak dipergunakan dalam pendidikan untuk menggambarkan suatu jenis kepemimpinan yang berhasil. Cerita tentang Nabi Nuh juga banyak dipergunakan untuk menggambarkan jenis kepemimpinan yang lain lagi. Dan dongeng tentang Nabi Sulaiman menggambarkan betapa pentingnya kearifan dalam setiap kepemimpinan.

Bukan hanya dongeng tentang para Nabi yang dapat dipergunakan sebagai media pendidikan untuk menanamkan benih-benih kepemimpinan. Cerita tentang R.A Kartini dengan harapan-harapannya terhadap kaum perempuan Indonesia agar mempunyai hak yang setara dengan laki-laki (emansipasi) dalam mengenyam pendidikan yang ditulis dalam buku “Habis Gelap Terbitlah Terang” dan cerita tentang Bapak Pendidikan Indonesia, Suwardi Suryaningrat atau yang lebih kita kenal dengan nama Ki Hadjar Dewantara juga merupakan suatu media yang sangat bagus untuk menceritakan perjuangan putra putri bangsa dalam pendidikan anak bangsa. sehingga anak-anak kita akan termotivasi untuk terus semangat belajar. cerita-cerita dari masyarakat setempat yang bisa diteladani anak juga bisa kita jadikan media belajar yang sangat menarik bagi anak-anak.

The Great Teacher adalah orang-orang yang mampu menginspirasi orang lain. Guru adalah manusia, dan sebagai manusia jangan sampai mentok dan menyerah dalam menghadapi masalah-masalah yang selalu muncul, karena pribadi yang smart adalah pribadi yang mampu menyelesaikan persoalan-persoalan hidup. Pekerjaan guru adalah pekerjaan universal. Memberikan pendidikan adalah persoalan yang akan mampu menciptakan perubahan. Guru adalah ‘Agen perubahan’. Tetap semangat para insan Cendikia…!!!

Advertisement here. Contact Us, Please

Tulis pesan